Disebuah taman ketika langit berwana jingga seorang anak dipanggil ibunya untuk mendekat
“iya bun jesi kesana sebentar” rambut hitam panjang berkibar di tiup angin
“kamu kemana ? jangan jauh dari bunda yah” seorang wanita yang mengelus rambut anaknya
“oh gitu lain kali mainnya jangan jauh-jauh, iya bunda nanti kesana, liat disana ada kedai es krim, bunda beliin ya” tanpa menjawab pertanyaan terakhir sang anak
“yeeeeyyy es krim” teriak sang anak sambil melompat kegirangan sang bunda pun mengehela napas panjang.
Lebih baik tunggu waktu yang tepat saja ketika ia dewasa gumam sang bunda sambil berjalan ke kedai es krim dan membeli satu cup es krim strawberry.
“kita pulang yah bunda, jesi udah ngantuk” sang anak berkata sambil menjilati es krim yang di belikan sang bunda yang disambut oleh anggukan dan senyuman sang bunda. Dan menuju mobil sedan berwarna silver metalic.
Esok paginya,,,
Seorang pria yang terlihat lebih muda dari sang ibu datang dan mengetuk kemudian membuka pintu yang ternyata tidak dikunci
“adit pulaaang, bun jesi ada? “
“ jesi ada lagi di toilet mandi kemarin abis main sama athar, terus nanti malam ada acara dirumahnya ”
“ oh yang itu yah, kalo nggak salah yang umurnya berbeda 1 tahun dengan jesi anak om Yudhi “ tak lama seseorang keluar dari toilet dan langsung memeluk pria tersebut.
“kak adiiiiiiiiiitttt. Kapan kakak pulang? Jesica kangen sama kakak” dengan seragam sekolah dasar.
“kakak baru pulang dari jakarta Jes mau sekolah ya, mau kakak anter ?” sambil mengambil tas berwarna pink soft dan bertema barbie punya jesi
“iya sama kakak aja yah, bunda lagi sibuk ” dengan nada membujuk.
“iya deh bunda, Jesi pergi sekolah ya. Kakak nggak capek kan” senyum terukir dibibir sang adik walau awalnya menunjukan ekspresi wajah kecewa.
“kalo jesi udah senyum gitu kakak nggak bisa nolak kok” jawab kakak dengan penuh kasih sayang.
Kedua kakak beradik itu kemudian menaiki sepeda motor dan berangkat sambil diiringi senyuman sang bunda yang perlahan menghilang
Jesica adalah anak dari seorang pemilik perusahaan ternama di bogor dan biasa dipanggil jesi yang memiliki kakak tampan nan baik yang bersekolah Sekolah Harapan Internasional di Jakarta, sorang bunda yang baik, sayang, dan perhatian sekali kepada anaknya , hidup jesi dipenuhi dengan kasih sayang bak seorang putri kerajaan akan tetapi bisa dibilang kerajaan yang dipimpin oleh ratu karna sang raja hilang entah kemana.
Sekitar pukul 11 siang,,,
“bunda,,, jesi pulang bawa es krim loh tadi dibeliin kakak” menunjuk kearah kakak kemudian sang kakak berkata
“Yah memang sejak umur 2 tahun jesi udah dibeliin oleh adik nya bunda, sejak itu makanan yang paling dia sukai adalah es krim. Ya nggak bunda” tanya kakak
“Iya juga sih, Rita memang suka sama anak kecil apa lagi kamu dan jesi beda 10 tahun. Sudah jesi ganti baju sana yang cantik ya” celoteh lembut dari bunda membenarkan
“tuh kan bunda ngomel lagi, cepat ganti baju gih”
“iya kakak !, jesi pasti nggak kalah cantik”
“iya deh kakak akui bunda dan jesi sangat cantik, tapi yang pasti kakak paling tampan disini” gurau sang kakak kepada adiknya sambil membuka ikatan sepatu yang bermerk nike kemudian berjalan masuk ke kamar
“terserah kakak deh jesi mau mandi terus ganti baju”
“jes kalo udah ganti baju beliin bunda buah ke kedai buah di perempatan jalan yah, minta tolong kakak buat nemenin”
“oke bun, kakaknya mana ? kalo kakak ada tolong bilangin jesi udah di bawah ya bun. Tapi jangan lupa kalau kita mau kerumah Athar ya” sambil menguncir rambut dengan pita merah tersebut dan berjalan menuruni anak tangga. Tak lama sang kakak keluar dari toilet
` “kak temenin jesi beli buah buat bunda yah, tuh jesi udah di bawah nunggu di halaman” sembarai mengedipkan sebelah mata oleh sang bunda seolah memberi isyarat, sang kakak mengangguk mengerti dan berjalan ke halaman mengarah ke seseorang yang bermainan ayunan
“HAI !!!, hayo katanya mau beliin bunda buah kok malah main ? mau kakak temenin ? biar cepet ke rumah Athar”
Seorang gadis menoleh karna terkejut kemudian menjulurkan lidah dengan lucunya
“ oke deh “ diiringi kedipan mata sang gadis kemudian mereka pun berangkat
Dikedai buah,,
“kak jesi beli mangga aja ya bunda kan suka mangga, trus uang nya di kakak kan ?” sambil menunjuk buah mangga harum manis
“iya uangnya kan pas, jesi tunggu di motor kakak bayar dulu dikasir ya jangan mau diajak oleh orang yang nggak di kenal” sambil memasukan dan menimbang mangga kemudian berjalan ke kasir
Sedangkan jesi menunggu di motor kemudian pria muda pun datang menghampiri jesi yang tak lain kak adit dan menggendong jesi keatas motor ninjanya
“ kakak ikut nggak kerumah athar ? “ tanya jesi
“ya ikutlah masa nggak. Kamu mau ninggalin kakak ya” jawab sang kakak dengan gurauan dan diikuti gelengan kepala sang adik. Kemudian mereka menuju rumah. Dan terjebak kemacetan karna adanya kecelakaan sedikit. Awalnya sang kakak ingin menolong akan tetapi sudah banyak orang yang menolong dan karna sang mentari telah berganti menjadi sinar rembulan. Dia pun mengurungkan niatnnya.
Dirumah,,,
Halaman depan rumah yang luas dan rumah yang terdiri atas dua lantai dengan rumput hijau segar memperlihatkan suasana bogor yang sejuk pada malam hari dan diterangi lampu taman yang terang benderang, terdapat ayunan diantara pepohonan rindang di halaman belakang. Kemudian mereka pun memarkirkan motor di garasi yang terdapat disamping teras rumah mereka.
Sang kakak masih berada di halaman kemudian menelpon seseorang. Sementara jesi setelah membuka pintu jesi memasang muka terkejut melihat seorang wanita sedang duduk menonton televisi kemudian menghampirinya yang ternyata sang bunda sudah memakai gamis jeans casual dengan jilbab abu-abu yang diberi bros mawar disebelah kanan dada.
“ ih bunda kok nggak nunggu sih “ celoteh jesi sedikit kesal
“ habisnya kalian lama, padahal kan kedai buahya dekat. Lagian bunda nggak ada kerjaan lagi jadi lebih baik bunda ganti baju aja terus tinggal tunggu jesi dan kak adit pulang deh” senyum bunda
“ wah bunda cantik “ puji kak adit yang baru masuk karena memarkirkan motornya
“ sudah nggak usah dipuji lagi, cepet kalian ke atas, masuk kamar, terus ganti baju, jesi bajunya sudah bunda siapin di atas kasur ya, cepet ya kalo nggak, bunda tinggalin” sambil mengonta- ganti saluran televisi.
Baru saja jesi menaiki anak tangga pertama ia teringat bundanya memesan buah yang masih dipegangnya kemudian berlari kecil menuju bunda nya tersebut dan memberikan sekantong buah mangga harum manis tersebut
“ini bunda jesi taruh di atas meja ya” kemudian meletakan buahnya diatas meja yang berada di sebelah televisi
“iya” jawab bunda singkat.
TBC
#sampai sini dulu ya#
#semoga berkenan, mohon dukungannya#
#semoga berkenan, mohon dukungannya#
Tidak ada komentar:
Posting Komentar