CERITA SEBELUMNYA:
IMPIAN SANG PUTRI BERTEMU PANGERAN
Sementara dikediaman Yudhistira yang
tinggal sedikit tamu dikarenakan ada sedikit gangguan. Sedangkan Alda masih
menenangkan Adeeva.
“ sudahlah dev, mas yudhi pasti bisa
nemuin jesi secepat mungkin”
“ iya al aku tau itu, tapi, kalo
jesi ditemukan kemudian dia tanya keberadaan mas yoga gimana ? aku saja tidak
tau ? terakhir aku melihat mas yoga,, “
Flashback on
“ bagaimana dok, istri dan anak saya baik-baik
saja kan ?” tanya seorang pria bertubuh tegap dengan wajah tampan
“
oh iya syukur alhamdulilah, bayi nya perempuan cantik mirip ibunya “ sang
dokter wanita tersenyum
“
bisa saya melihat mereka ? “
“silahkan,
tapi sebentar lagi dia akan dipindahkan ke ruang perawatan”
“iya baiklah, saya memang hanya butuh waktu
sebentar saja untuk memberinya sesuatu, dan mengazankan putri kecil saya “
Kemudian
pria itu mengajak anak laki-laki berumur 10 tahun yang mirip dengannya masuk
keruang operasi
“jangan
nakal ya, jangan bikin bunda kesal, sayangi adikmu ini “pria itu berkata pelan
dan disambut anggukan si anak
“bunda,
akhirnya adit punya adik” sambil memberi senyum kepada wanita yang terkulai
lemas dan masih memakai alat bantu pernapasan wanita tersebut belum sadarkan
diri, sedangkan sang pria menggendong putrinya dan mengazankan di telinga kecil
sang putri. Dan menaruh kembali ke dalam keranjang bayi yang berada di sebelah
wanita tersebut
“nak
sekarang kamu jadi kakak, jaga adikmu dan jadilah penerus keluarga Prayoga “
Dan berjalan pelan ke pintu keluar ruangan
“ayah
mau kemana ? nanti bunda bangun nyariin ayah gimana ? terus adit panggil adik
adit apa ? “ tanya anak dengan polos dan penasaran.kemudian sang ayah kembali
dan menggendong putrinya yang cantik tersebut mengecup dahi sang anak
“maaf
menganggu bu Adeeva dan putrinya harus segera dipindahkan” beberapa suster
masuk keruangan tersebut
“yah
baiklah, rawat istri dan anak saya dengan perawatan terbaik saya akan
menyelesaikan jumlah administrasinya “
sambil memberikan putri kecil yang sedang digendongnya tadi ke salah satu
suster. Tapi pria itu tak tahu sebenarnya wanita itu sudah sadar dan membuka
matanya, ia ingin memanggil pria itu yang merupakan suaminya akan tetapi sulit
di dengar dengan alat bantu pernapasannya. Sang pria kemudian memberikan amplop
coklat yang cukup besar diberikan kepada anak laki-laki tersebut kemudian pergi
menuju administrasi yang dilihat sang istri dengan rasa akan kehilangan dia
selamanya,,,,
“ setelah aku buka hanya kertas yang
tertulis nama jesi dan surat yang ditulisnya tentang yang dikatakan oleh mas
yudhi tadi kemudian aku menyesal kalau saja aku memanggilnya“ suara isak tangis
dari Adeeva.
“sudahlah jangan seperti itu, cepat
atau lambat pasti yoga kembali” bujuk
Alda
Kemudian jesi datang bersama athar
dan yudhistira yang langsung terlihat Adeeva serta Alda, jesi pun dipeluk erat
oleh sang bunda, setelah mengetahui jesi kembali adit pun menyusul ke rumah
athar bersama security disaat
bersamaan Athar mengambil hadiah dan memberikan kepada jesi.
Tak lama dari kejadian itu Athar dan
keluarganya pergi ke Paris sesuai yang dikatakan oleh Yudhistisra kepada semua
tamu undangan nya, jesi pun tidak mempunyai teman yang dapat dijahilinya lagi.
Tak ada yang berubah kecuali jesi yang terlihat menjadi pendiam.
“ dan mereka hidup bahagia
selamanya. Tamat ” usai bunda membacakan dongeng buku cerita bunda menyelimuti
jesi dan mengecup dahi jesi kemudian mematikan lampu dan hanya menghidupkan
lampu tidur.
Walau
begitu jesi belum tidur ia berjalan ke meja nya dan membuka hadiah dari Athar
yang awalnya tak ingin dia buka karna untuk menjadi kenangan bersama athar,
setelah membukanya ternyata sebuah music
box berwarna pink soft kesukaannya.
Terdapat kunci untuk memutarnya jesi memutar music box dan mainan putri yang sedang menari balet. Jesi tersenyum
kemudian menitihkan air mata dan dia melihat surat yang ditulis untuknya.
Hai
jesi, mungkin aku sudah pergi ke paris bersama mama dan papa ku kamu jangan
sedih aku akan kembali kerumahmu jika sudah dewasa dan aku akan menjadi
pangeran yang menjemput tuan putri kesayangan ku. Aku janji, kamu harus
memimpikan ku ya, jangan lupakan aku, aku seneng kok jadi teman main kamu.
Semoga nanti kita dipertemukan kembali yah.
Salam Athar Rizki
Yudhistira
Kemudian Jesi menutup surat bermotif
mawar tersebut dan menghapus air matanya. Dan tersenyum sambil memegang music box pemberian athar tersebut.
“ aku akan menunggumu Athar” jesi
berkata pelan dan menyimpan kembali music
box tersebut
“semoga dia tidak memikirkannya lagi”
ujar bunda kepada adit dan kemudian adit mengangguk perlahan.
Jesi merawat pemberian Athar tersebut dan
setiap dia merindukan athardan ayahnya dia memutar nya, Jesi bersekolah
layaknya anak biasa. Tapi Jesi masih memimpikan hidup seorang putri yang
menanti kepulangan pangeran dan raja yang disayanginya. Sayangnya
bertahun-tahun menunggu jesi tak dapat bertemu dengan kedua orang tersebut.
Impian jesi sangatlah besar dan mungkin ia tak dapat bertemu dengan kedua orang
itu. Walau begitu Jesi masih mempunyai Ratu yaitu bundanya dan Ksatria yang
melindunginya selalu yaitu kakaknya, walau jesi jarang bertemu dengan nya. Jesi
merawat music box yang diberikan oleh
Athar dan selalu menaruh disamping tiaranya yang jatuh waktu jesi kabur.
Ayah
andai saja kau ada disini aku merindukanmu, dan ingin melihat wajahmu,,, gumam
gadis sambil memutar music box berwarna
pink
“sebaiknya jangan pernah mengungkit
kejadian ini lagi” nasihat bunda
“iya, bun kasihan Jesi” adit
membenarkan diiringi anggukan kepala bunda
Bersambung ,,,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar