Senin, 30 Mei 2016

3.IMPIAN SANG PUTRI BERTEMU AYAH



CERITA SEBELUMNYA: IMPIAN SANG PUTRI BERTEMU PANGERAN
 
            Sementara dikediaman Yudhistira yang tinggal sedikit tamu dikarenakan ada sedikit gangguan. Sedangkan Alda masih menenangkan Adeeva.
            “ sudahlah dev, mas yudhi pasti bisa nemuin jesi secepat mungkin”
            “ iya al aku tau itu, tapi, kalo jesi ditemukan kemudian dia tanya keberadaan mas yoga gimana ? aku saja tidak tau ? terakhir aku melihat mas yoga,, “
            Flashback on
             “ bagaimana dok, istri dan anak saya baik-baik saja kan ?” tanya seorang pria bertubuh tegap dengan wajah tampan
            “ oh iya syukur alhamdulilah, bayi nya perempuan cantik mirip ibunya “ sang dokter wanita tersenyum
            “ bisa saya melihat mereka ? “
            “silahkan, tapi sebentar lagi dia akan dipindahkan ke ruang perawatan”
             “iya baiklah, saya memang hanya butuh waktu sebentar saja untuk memberinya sesuatu, dan mengazankan putri kecil saya “
            Kemudian pria itu mengajak anak laki-laki berumur 10 tahun yang mirip dengannya masuk keruang operasi
            “jangan nakal ya, jangan bikin bunda kesal, sayangi adikmu ini “pria itu berkata pelan dan disambut anggukan si anak
            “bunda, akhirnya adit punya adik” sambil memberi senyum kepada wanita yang terkulai lemas dan masih memakai alat bantu pernapasan wanita tersebut belum sadarkan diri, sedangkan sang pria menggendong putrinya dan mengazankan di telinga kecil sang putri. Dan menaruh kembali ke dalam keranjang bayi yang berada di sebelah wanita tersebut
            “nak sekarang kamu jadi kakak, jaga adikmu dan jadilah penerus keluarga Prayoga “ Dan berjalan pelan ke pintu keluar ruangan
            “ayah mau kemana ? nanti bunda bangun nyariin ayah gimana ? terus adit panggil adik adit apa ? “ tanya anak dengan polos dan penasaran.kemudian sang ayah kembali dan menggendong putrinya yang cantik tersebut mengecup dahi sang anak
            “maaf menganggu bu Adeeva dan putrinya harus segera dipindahkan” beberapa suster masuk keruangan tersebut
            “yah baiklah, rawat istri dan anak saya dengan perawatan terbaik saya akan menyelesaikan jumlah  administrasinya “ sambil memberikan putri kecil yang sedang digendongnya tadi ke salah satu suster. Tapi pria itu tak tahu sebenarnya wanita itu sudah sadar dan membuka matanya, ia ingin memanggil pria itu yang merupakan suaminya akan tetapi sulit di dengar dengan alat bantu pernapasannya. Sang pria kemudian memberikan amplop coklat yang cukup besar diberikan kepada anak laki-laki tersebut kemudian pergi menuju administrasi yang dilihat sang istri dengan rasa akan kehilangan dia selamanya,,,,
            “ setelah aku buka hanya kertas yang tertulis nama jesi dan surat yang ditulisnya tentang yang dikatakan oleh mas yudhi tadi kemudian aku menyesal kalau saja aku memanggilnya“ suara isak tangis dari Adeeva.
            “sudahlah jangan seperti itu, cepat atau lambat pasti yoga kembali”  bujuk Alda
            Kemudian jesi datang bersama athar dan yudhistira yang langsung terlihat Adeeva serta Alda, jesi pun dipeluk erat oleh sang bunda, setelah mengetahui jesi kembali adit pun menyusul ke rumah athar bersama security disaat bersamaan Athar mengambil hadiah dan memberikan kepada jesi.
            Tak lama dari kejadian itu Athar dan keluarganya pergi ke Paris sesuai yang dikatakan oleh Yudhistisra kepada semua tamu undangan nya, jesi pun tidak mempunyai teman yang dapat dijahilinya lagi. Tak ada yang berubah kecuali jesi yang terlihat menjadi pendiam.
            “ dan mereka hidup bahagia selamanya. Tamat ” usai bunda membacakan dongeng buku cerita bunda menyelimuti jesi dan mengecup dahi jesi kemudian mematikan lampu dan hanya menghidupkan lampu tidur.
Walau begitu jesi belum tidur ia berjalan ke meja nya dan membuka hadiah dari Athar yang awalnya tak ingin dia buka karna untuk menjadi kenangan bersama athar, setelah membukanya ternyata sebuah music box berwarna pink soft kesukaannya. Terdapat kunci untuk memutarnya jesi memutar music box dan mainan putri yang sedang menari balet. Jesi tersenyum kemudian menitihkan air mata dan dia melihat surat yang ditulis untuknya.
            Hai jesi, mungkin aku sudah pergi ke paris bersama mama dan papa ku kamu jangan sedih aku akan kembali kerumahmu jika sudah dewasa dan aku akan menjadi pangeran yang menjemput tuan putri kesayangan ku. Aku janji, kamu harus memimpikan ku ya, jangan lupakan aku, aku seneng kok jadi teman main kamu. Semoga nanti kita dipertemukan kembali yah.
Salam Athar Rizki Yudhistira
            Kemudian Jesi menutup surat bermotif mawar tersebut dan menghapus air matanya. Dan tersenyum sambil memegang music box pemberian athar tersebut.
            “ aku akan menunggumu Athar” jesi berkata pelan dan menyimpan kembali music box tersebut  
            “semoga dia tidak memikirkannya lagi” ujar bunda kepada adit dan kemudian adit mengangguk perlahan.
            Jesi merawat pemberian Athar tersebut dan setiap dia merindukan athardan ayahnya dia memutar nya, Jesi bersekolah layaknya anak biasa. Tapi Jesi masih memimpikan hidup seorang putri yang menanti kepulangan pangeran dan raja yang disayanginya. Sayangnya bertahun-tahun menunggu jesi tak dapat bertemu dengan kedua orang tersebut. Impian jesi sangatlah besar dan mungkin ia tak dapat bertemu dengan kedua orang itu. Walau begitu Jesi masih mempunyai Ratu yaitu bundanya dan Ksatria yang melindunginya selalu yaitu kakaknya, walau jesi jarang bertemu dengan nya. Jesi merawat music box yang diberikan oleh Athar dan selalu menaruh disamping tiaranya yang jatuh waktu jesi kabur.
            Ayah andai saja kau ada disini aku merindukanmu, dan ingin melihat wajahmu,,, gumam gadis sambil memutar music box berwarna pink
            “sebaiknya jangan pernah mengungkit kejadian ini lagi” nasihat bunda
            “iya, bun kasihan Jesi” adit membenarkan diiringi anggukan kepala bunda
Bersambung ,,,,







Tidak ada komentar:

Posting Komentar