| Jesi dan Athar |
| Jesi dan Athar |
Athar dan keluarganya menyambut Jesi
dan keluarga dengan hangat di depan pintu kemudian mempersilahkan mereka masuk.
Setelah itu mereka berbincang dengan tamu lain. Sementara jesi bermain dengan
athar.
“ Athar kamu jadi pengawal aku yah “
sembari menujukan senyum manis jesi.
“ emang kamu jadi siapa “ tanya athar
penasaran
“ aku akan jadi tuan putri yang akan
menemui pangeran tampan dan baik hati, yang dikira sang putri seorang murid yang
sedang belajar jadi ksatria “ jelas jesi dan diakhiri tawa kecilnya
“ nggak mau bawel !” tanya athar kesal, melihat kekesalan athar
yang terlihat berkelahi dengan jesi, adit pun menghampiri mereka
“
hayo kalian kenapa berkelahi “ tanya kak adit dengan pelan.
“ nggak tau nih kak, si Athar ngatain Jesi bawel” jelas jesi
dengan sedikit kesal
“ Jesi sih gitu orangnya nanti athar
kasih tau tante Adeeva “ rengek athar yang masih berumur 7 tahun.
“ kak jangan bilangin ke bunda kak “
jesi jadi ikut merengek
“ ya udah kalo gitu tuan putri
jesica dan pangeran athar gimana masih mau main
? “ bujuk kak adit
“ tuan putri ? “ athar melirik jesi
“pangeran ?” jesi yang terlihat
masih kesal. Kemudian mereka serempak melipat kedua tangan mereka dan
membelakangi satu sama lain.
“ tuh kan kalian kompak loh ” ejek
kak adit kepada mereka
Melihat kelakuan mereka bertiga bunda jesi(Adeeva),
mama, dan papa athar(Alda dan Yudhistira) tertawa kecil dan kemudian mendekati mereka
“ sudah, sudah, kita makan ya.
Mainnya entar aja.” Ucap bunda
meleraikan Jesi dan Athar yang tadinya bertengkar.
“ iya ada yang mau tante bicarain “
ujar mama athar kepada jesi, seketika wajah kesal athar berubah menjadi sedih
Ketika semua tamu berkumpul di ruang
utama, papa Athar, Yudhistira Herlambang berdiri di depan mereka semua dan
mengumumkan sesuatu
“PARA TAMU UNDANGAN YANG TERHORMAT
DAN REKAN KERJA SERTA KELUARGA KU YANG KUCINTAI SAYA MENGUNDANG SAUDARA SAUDARI
SEKALIAN UNTUK MEMBICARAKAN TENTANG PEKERJAAN SAYA.” Suara lantang Yudhistira
Herlambang dari sang pemimpin perusahaan yang didirikan oleh Prayoga Najwan
ayah jesi dari awal berkarir dan sebelum berkarir telah menjadi sahabat yang
paling dekat dan akrab. Tetapi menghilang entah kemana.
“kak kenapa om yudhi ya” tanya jesi
kepada kakaknya yang sedang berdiri disampingnya. Tapi sang kakak hanya terdiam dan mengagkat kedua bahunya. Sementara
itu jesi melirik athar yang terlihat sedih.
Athar
kenapa yah perasaan tadi kan cuman main-main kok athara jadi sedih beneran yah
? apa aku keterlaluan ? gumam jesi bingung
“SESUAI DENGAN YANG SAYA SEPAKATI
BERSAMA TEMAN SAYA SEKALIGUS ORANG YANG SAYA ANGGAP SEPERTI ADIK SAYA SENDIRI
YAITU PRAYOGA NAJWAN. SAYA AKAN
BERPINDAH KE PARIS UNTUK MELANJUTKAN BISNIS ISTRI SAYA KARENA ANAK PERTAMANYA
YAITU ADITYA NAJWAN PRAYOGA SUDAH BERUMUR 17 TAHUN SAYA AKAN MENYERAHKAN SELURUH HAK
PERUSAHAAN YANG DIDIRIKAN OLEHNYA. YANG SEBELUMNYA IA MEMBERI TANGGUNG JAWAB
PERUSAHAANNYA KEPADA SAYA.UNTUK MENGELOLAHNYA”
“bun tapi aku kan masih 16 tahun
terus aku masih mau sekolah dulu terus kuliah “ adit terkejut dan gelisah.
Kemudian terdengar bisik-bisik tamu yang hadir di pesta itu.
“ kamu kan bisa kuliah sambil
mengurus perusahaan kasihan om yudhi dan tante alda mereka kan udah cukup lama
ngurusin perusahaan, lagian ayah kamu yang hilang itu” bunda menjawab sambil
melirik jesi dan mengecilkan suara
“OLEH KARNA ITU PADA TAHUN DIMANA
ADITYA NAJWAN PRAYOGA BERUMUR 17 TAHUN YANG TAK LAIN TAHUN DEPAN, SAYA HARUS
MENGURUS SEMUA YANG DIA PERLUKAN DAN BERSIAP PINDAH KE PARIS UNTUK BEKERJA YANG
LAIN” Yudhistira Herlambang melanjutkan perkataannya dengan nada sedih.
“ bunda apa om yudhi akan pergi ?
athar juga ikut ya bun ? “ tanya gadis yang memiliki mata bulat berwarna hitam
tersebut.
“ iya sayang kan athar anak nya, gak
mungkin gak diajak” senyum bunda. Akan tetapi jesi langsung merubah raut
wajahnya menjadi kesal dan sedih
“ bun kenapa ! kenapa ?! semuanya
ninggalin jesi ! “ jesi berusaha menahan air mata yang sudah ada di pelupuk
matanya tersebut kemudian berlari meninggalkan ruang utama, sementara Athar
sedang bersedih hati, Athar tak sengaja mendengar
teriakan jesi dan berlari mengejar jesi
“ jesi bukan begitu ! adit cepat
kejar jesi !” teriak bunda yang membuat seluruh orang di ruang utama kediaman
Yudhistira Herlambang panik. Kemudia Alda datang menghampiri Adeeva yang
tertunduk menangis dan mengajak duduk di sofa, sementara Yudhistira sedang
memerintahkan security untuk mengejar
jesi dan iya juga berlari ke halaman rumahnya kemudian menaiki motor ninja
berwarna hitamnya.
“ sudahlah dev” ucap Alda perlahan
membujuk dan menenangkan Adeeva yang sedang menangis dan membawakan segelas
air.
Sementara
itu,,,
“jes tunggu jes, jesica!!!” adit berlari mengejar jesi tapi
jesi yang sudah berlari terlebih dahulu berlari tak terlihat lagi
“kak, hosh,, jesi, hosh,, , dia lari
kemana ?” tanya athar yang berusaha mengejar dengan nafas tersengal
“ kesana,hosshhh,, ke jalan raya,hossssh,,
athar tolong,, hosssshh,, kejar jesi sebelum dia naik angkutan umum”
dengan nafas tersengal
“iya kak, takkan kubiarkan terjadi
apa pun pada jesi !!!” kemudian kembali berlari mengejar jesi
“kenapa, kenapa semua yang jesi
sayangi pergi, apa jesi salah ya allah, Jesi ingin bertemu ayah, Jesi ingin peluk ayah, ayah kemana ?”
jesi berhenti di tempat duduk di pinggir jalan yang cukup jauh dari pesta tersebut dan menghelah nafas panjang kemudian menitihkan air mata.
“ jesi nggak salah kok, ayah Jesi pasti kembali” jawab seseorang dari belakang
“ah om Yudhi kok bisa ?”
“oh soal itu om naik motor “ sambil
menunjuk motor ninja berwarna hitam. Kemudian jesi menghela nafas dengan
sedikit kesal.
“ tapi kenapa ayah begitu ? “ tanya
jesi kesal
“ jesi, itu semua karna jesi masih
kecil jadi jesi nggak bakal ngerti”
“tapi om jesi nggak mau kehilangan
om Yudhi, tante Alda, dan athar karna kalianlah yang ada disaat jesi sedih,
apalagi om yudhi yang sudah jesi anggap seperti ayah jesi sendiri, om mau pergi
?” jesi mengusap pipi yang mengeluarkan air mata dari mata hitamnya
“ om pergi karna sudah waktunya
kakak kamu belajar dewasa, sekarang jesi harus pulang bunda dan tante Alda
khawatir “ bujuk Yudistira. Tak lama sesuatu bergerak di balik semak-semak.
“om apa itu om ? jesi takut “ ujar
jesi memeluk Yudhistira
“oh ternyata kalian disana “
seseorang keluar dari semak-semak
“kenapa kamu kesini thar ? nanti
mama nyariin” tanya Yudhistira yang sedang dipeluk jesi
“ nggak kok pa, tadi mama lagi sama
tante Adeeva “
“ kok kamu bisa tau sih aku disini
?” si Jesi penasaran
“ ini punya kamu aku kembaliin, tadi
jatuh, nanti kamu nggak jadi tuan putri lagi” sambil menunjukan tiara yang
tadinya dipakai oleh jesi
“ oh ya maksih, maaf ya athar kamu
nggak akan jadi pengawal lagi, “ jesi
berkata sambil mengukir senyum di wajahnya
“oh ya nggak usah dipikirkan,
lagian,,,,,,,,,”
“lagian apa ,,,,,, ??? “ tanya
Yudhistira kepada dua anak kecil tersebut
“nggak kok pa “ athar tersenyum malu
Kamu
sudah menjadi putri sejak lahir,,,,, gumam athar sambil tersenyum melirik
jesi yang berjalan ke tempat om Yudhistira memarkirkan motor ninjanya
Padahal
aku tadi cuman main-main, diakan nggak mungkin cuman jadi pengawal, aku udah
anggap dia lebih dari itu di hatiku jesi bergumam seperti yang
diceritaka bundanya di dongeng kesukaannya
Kemudian mereka menaiki motor ninja
om Yudhistira dan jesi duduk di depan.
Ikuti kelanjutannya yah ;D
mohon do'a dan duungannya
cerita selanjutnya:IMPIAN SANG PUTRI BERTEMU AYAH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar