Jumat, 27 Mei 2016

2.IMPIAN SANG PUTRI BERTEMU PANGERAN



Jesi dan Athar
Jesi dan Athar
            Bulan bersinar dengan indahnya, di sebuah mobil yang dikendarakan oleh wanita berbaju gamis jeans casual menuju rumah yang mewah bergaya belanda orang yang sangat dekat dengan keluarganya sejak 20 tahun yang lalu. Sesampainya disana mereka memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang sudah diisi dengan mobil tamu lain, sesudah memarkirkan mobil gadis kecil yang menggunakan dress pink soft dan tiara dikepalanya layaknya seorang putri, pria muda menggunakan jas hitam pekat dengan pita dilehernya, dan wanita yang terlihat ibu dari kedua orang tersebut kemudian mereka berjalan masuk.

            Athar dan keluarganya menyambut Jesi dan keluarga dengan hangat di depan pintu kemudian mempersilahkan mereka masuk. Setelah itu mereka berbincang dengan tamu lain. Sementara jesi bermain dengan athar.

            “ Athar kamu jadi pengawal aku yah “ sembari menujukan senyum manis jesi.

            “ emang kamu jadi siapa “ tanya athar penasaran

            “ aku akan jadi tuan putri yang akan menemui pangeran tampan dan baik hati, yang dikira sang putri seorang murid yang sedang belajar jadi ksatria “ jelas jesi dan diakhiri tawa kecilnya

            “  nggak mau bawel !” tanya athar kesal, melihat kekesalan athar yang terlihat berkelahi dengan jesi, adit pun menghampiri mereka

            “  hayo kalian kenapa berkelahi “ tanya kak adit dengan pelan.

            “ nggak tau nih kak, si Athar ngatain Jesi bawel” jelas jesi dengan sedikit kesal

            “ Jesi sih gitu orangnya nanti athar kasih tau tante Adeeva “ rengek athar yang masih berumur 7 tahun.

            “ kak jangan bilangin ke bunda kak “ jesi jadi ikut merengek

            “ ya udah kalo gitu tuan putri jesica dan pangeran athar gimana masih mau main  ? “ bujuk kak adit

            “ tuan putri ? “ athar melirik jesi

            “pangeran ?” jesi yang terlihat masih kesal. Kemudian mereka serempak melipat kedua tangan mereka dan membelakangi satu sama lain.

            “ tuh kan kalian kompak loh ” ejek kak adit kepada mereka

            Melihat kelakuan mereka bertiga bunda jesi(Adeeva), mama, dan papa athar(Alda dan Yudhistira) tertawa kecil dan kemudian mendekati mereka

            “ sudah, sudah, kita makan ya. Mainnya entar aja.”  Ucap bunda meleraikan Jesi dan Athar yang tadinya bertengkar.

            “ iya ada yang mau tante bicarain “ ujar mama athar kepada jesi, seketika wajah kesal athar berubah menjadi sedih

            Ketika semua tamu berkumpul di ruang utama, papa Athar, Yudhistira Herlambang berdiri di depan mereka semua dan mengumumkan sesuatu

            “PARA TAMU UNDANGAN YANG TERHORMAT DAN REKAN KERJA SERTA KELUARGA KU YANG KUCINTAI SAYA MENGUNDANG SAUDARA SAUDARI SEKALIAN UNTUK MEMBICARAKAN TENTANG PEKERJAAN SAYA.” Suara lantang Yudhistira Herlambang dari sang pemimpin perusahaan yang didirikan oleh Prayoga Najwan ayah jesi dari awal berkarir dan sebelum berkarir telah menjadi sahabat yang paling dekat dan akrab. Tetapi menghilang entah kemana.

            “kak kenapa om yudhi ya” tanya jesi kepada kakaknya yang sedang berdiri disampingnya. Tapi sang kakak hanya terdiam dan mengagkat kedua bahunya. Sementara itu jesi melirik athar yang terlihat sedih.

            Athar kenapa yah perasaan tadi kan cuman main-main kok athara jadi sedih beneran yah ? apa aku keterlaluan ? gumam jesi bingung

            “SESUAI DENGAN YANG SAYA SEPAKATI BERSAMA TEMAN SAYA SEKALIGUS ORANG YANG SAYA ANGGAP SEPERTI ADIK SAYA SENDIRI YAITU PRAYOGA NAJWAN.  SAYA AKAN BERPINDAH KE PARIS UNTUK MELANJUTKAN BISNIS ISTRI SAYA KARENA ANAK PERTAMANYA YAITU ADITYA NAJWAN PRAYOGA SUDAH BERUMUR 17 TAHUN SAYA AKAN MENYERAHKAN SELURUH HAK PERUSAHAAN YANG DIDIRIKAN OLEHNYA. YANG SEBELUMNYA IA MEMBERI TANGGUNG JAWAB PERUSAHAANNYA KEPADA SAYA.UNTUK MENGELOLAHNYA”

            “bun tapi aku kan masih 16 tahun terus aku masih mau sekolah dulu terus kuliah “ adit terkejut dan gelisah. Kemudian terdengar bisik-bisik tamu yang hadir di pesta itu.

            “ kamu kan bisa kuliah sambil mengurus perusahaan kasihan om yudhi dan tante alda mereka kan udah cukup lama ngurusin perusahaan, lagian ayah kamu yang hilang itu” bunda menjawab sambil melirik jesi dan mengecilkan suara

            “OLEH KARNA ITU PADA TAHUN DIMANA ADITYA NAJWAN PRAYOGA BERUMUR 17 TAHUN YANG TAK LAIN TAHUN DEPAN, SAYA HARUS MENGURUS SEMUA YANG DIA PERLUKAN DAN BERSIAP PINDAH KE PARIS UNTUK BEKERJA YANG LAIN” Yudhistira Herlambang melanjutkan perkataannya dengan nada sedih.

            “ bunda apa om yudhi akan pergi ? athar juga ikut ya bun ? “ tanya gadis yang memiliki mata bulat berwarna hitam tersebut.

            “ iya sayang kan athar anak nya, gak mungkin gak diajak” senyum bunda. Akan tetapi jesi langsung merubah raut wajahnya menjadi kesal dan sedih

            “ bun kenapa ! kenapa ?! semuanya ninggalin jesi ! “ jesi berusaha menahan air mata yang sudah ada di pelupuk matanya tersebut kemudian berlari meninggalkan ruang utama, sementara Athar sedang bersedih hati, Athar tak sengaja mendengar teriakan jesi dan berlari mengejar jesi

            “ jesi bukan begitu ! adit cepat kejar jesi !” teriak bunda yang membuat seluruh orang di ruang utama kediaman Yudhistira Herlambang panik. Kemudia Alda datang menghampiri Adeeva yang tertunduk menangis dan mengajak duduk di sofa, sementara Yudhistira sedang memerintahkan security untuk mengejar jesi dan iya juga berlari ke halaman rumahnya kemudian menaiki motor ninja berwarna hitamnya.

            “ sudahlah dev” ucap Alda perlahan membujuk dan menenangkan Adeeva yang sedang menangis dan membawakan segelas air.



            Sementara itu,,,

            “jes tunggu jes,  jesica!!!” adit berlari mengejar jesi tapi jesi yang sudah berlari terlebih dahulu berlari tak terlihat lagi

            “kak, hosh,, jesi, hosh,, , dia lari kemana ?” tanya athar yang berusaha mengejar dengan nafas tersengal

            “ kesana,hosshhh,, ke jalan raya,hossssh,, athar tolong,, hosssshh,, kejar jesi sebelum dia naik angkutan umum” dengan nafas tersengal

            “iya kak, takkan kubiarkan terjadi apa pun pada jesi !!!” kemudian kembali berlari mengejar jesi

            “kenapa, kenapa semua yang jesi sayangi pergi, apa jesi salah ya allah,  Jesi ingin bertemu ayah, Jesi ingin peluk ayah, ayah kemana ?” jesi berhenti di tempat duduk di pinggir jalan yang cukup jauh dari pesta tersebut dan menghelah nafas panjang kemudian menitihkan air mata.

            “ jesi nggak salah kok, ayah Jesi pasti kembali” jawab seseorang dari belakang

            “ah om Yudhi kok bisa ?”

            “oh soal itu om naik motor “ sambil menunjuk motor ninja berwarna hitam. Kemudian jesi menghela nafas dengan sedikit kesal.

            “ tapi kenapa ayah begitu ? “ tanya jesi kesal

            “ jesi, itu semua karna jesi masih kecil jadi jesi nggak bakal ngerti”

            “tapi om jesi nggak mau kehilangan om Yudhi, tante Alda, dan athar karna kalianlah yang ada disaat jesi sedih, apalagi om yudhi yang sudah jesi anggap seperti ayah jesi sendiri, om mau pergi ?” jesi mengusap pipi yang mengeluarkan air mata dari mata hitamnya

            “ om pergi karna sudah waktunya kakak kamu belajar dewasa, sekarang jesi harus pulang bunda dan tante Alda khawatir “ bujuk Yudistira. Tak lama sesuatu bergerak di balik semak-semak.

            “om apa itu om ? jesi takut “ ujar jesi memeluk Yudhistira

            “oh ternyata kalian disana “ seseorang keluar dari semak-semak

            “kenapa kamu kesini thar ? nanti mama nyariin”  tanya Yudhistira yang sedang dipeluk jesi

            “ nggak kok pa, tadi mama lagi sama tante Adeeva “

            “ kok kamu bisa tau sih aku disini ?” si Jesi penasaran

            “ ini punya kamu aku kembaliin, tadi jatuh, nanti kamu nggak jadi tuan putri lagi” sambil menunjukan tiara yang tadinya dipakai oleh jesi 

            “ oh ya maksih, maaf ya athar kamu nggak akan jadi pengawal lagi,  “ jesi berkata sambil mengukir senyum di wajahnya

            “oh ya nggak usah dipikirkan, lagian,,,,,,,,,”

            “lagian apa ,,,,,, ??? “ tanya Yudhistira kepada dua anak kecil tersebut

            “nggak kok pa “ athar tersenyum malu

            Kamu sudah menjadi putri sejak lahir,,,,, gumam athar sambil tersenyum melirik jesi yang berjalan ke tempat om Yudhistira memarkirkan motor ninjanya

            Padahal aku tadi cuman main-main, diakan nggak mungkin cuman jadi pengawal, aku udah anggap dia lebih dari itu di hatiku jesi bergumam seperti yang diceritaka bundanya di dongeng kesukaannya

            Kemudian mereka menaiki motor ninja om Yudhistira dan jesi duduk di depan.

Ikuti kelanjutannya yah ;D
mohon do'a dan duungannya
cerita selanjutnya:IMPIAN SANG PUTRI BERTEMU AYAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar